infokomnews.com - Sebagai seorang muslim yang sempurna, taat kepada sang pencipta tidak cukup hanya dengan melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT. Tetapi dibalik itu dibutuhkan proses yang tidak mudah untuk mempelajari dan menelaah secara teliti agar ibadah kita bisa diterima oleh Allah SWT. Hal ini bisa kita dapatkan dengan mempelajari beberapa ilmu yang bisa menunjang kesempurnaan kita dalam beribadah sehari-hari.
Didalam dunia pesantren, Fann (seni) ilmu agama sangat banyak sekali macamnya. Ada Ilmu Tauhid, Ilmu Akhlaq, Ilmu Tafsir, Ilmu Al-Qur'an / Ulumul Qur'an, Ilmu Hadits, Ilmu Mustholahah Hadits, Ilmu Fiqh, Ilmu Ushul Fiqh, Ilmu Faraid, Ilmu Tajwid, Ilmu Qiroat, Ilmu Alath (Nahwu, Shorf, Balaghoh, Arudh dll), Ilmu Shiroh, Ilmu Mantiq, Ilmu Tashawuf dan masih banyak lagi.
Dari sekian banyak fann (seni) ilmu diatas, penulis sengaja ingin mengajak sahabat-sahabat semuanya untuk memperdalam salah satu ilmu yang sepertinya tidak banyak dipelajari di Indonesia, Yaitu Fiqh al-Muqoron baina al-Madzahib atau biasa dikenal dengan Fiqih Perbandingan Madzhab (Insya Allah akan saya tulis rutin setiap minggu sekali). Ilmu ini sangat terasa sekali pentingnya ketika kita sebagai warna negara Indonesia menginjakan kaki di negara orang lain. Yang kemudian melihat tatacara ibadah yang berbeda antara masyarakat Indonesia yang mayoritas bermadzhab Syafi'i dan Muslim di Negara lain yang bermadzhab Hanafi, Maliki, Hanbali dan lain lain. Contohnya saja ketika kita melaksanakan Ibadah Umroh ataupun Haji, disana mata kita akan disuguhkan betapa banyaknya perbedaan tatacara beribadah sesama muslim.
Ilmu perbandingan madzhab dalam bahasa arab biasa dikatakan dengan Fiqh al-Muqoron Bayna al-Madzahib. Kata muqoron sendiri dalam bahasa bisa diartikan dengan empat makna. Yaitu mengumpulkan dalam banyak hal. kedua, mengumpulkan dua hal menjadi satu. Ketiga, menyampaikan atau menemani. Dan yang terakhir adalah menyamakan.
Adapun kalau dilihat dari segi istilah adalah mengumpulkan beberapa perkataan dan pendapat dari banyak ulama fiqih, yang kemudian diambil titik kesamaanya dalam masalah tersebut, dan melihat dalil serta alasan untuk memperkuat masing-masing argumen yang dilontarkan oleh ulama fiqih masing-masing madzhab. Tidak cukup sampai situ, dalam pembahasan akhir sebuah masalah, akan disimpulkan juga pendapat paling kuat, yang dimana dari pendapat tersebut bisa kita jadikan pegangan untuk melaksanakan ibadah kepada Allah SWT.
Ada beberapa poin betapa pentingnya kita untuk belajar Ilmu Fiqih perbandingan madzhab :
1. Mengetahui pendapat beberapa ulama dari masing-masing madzhab dalam masalah tertentu.
2. Memgambil istifadah dari pendapat dan argumen beberapa ulama madzhab.
3. Menghilangkan rasa fanatik terhadap madzhab tertentu, sehingga tidak mudah untuk menyalahkan tatacara beribadah madzhab lain.
4. Menghilangkan kewaswasan atau keraguan dalam hati ketika menghadapi perbedaan pendapat dari beberapa madzhab.
5. Menghormati pendapat dari madzhab lain dalam tatacara beribadah maupun menyelesaikan sebuah masalah.
Cairo, 5 Februari 2022.
Oleh: Muhammad Fachry Fanani, Wakil Ketua PC GP Ansor Mesir.








LEAVE A REPLY