Home Tokoh Menag Yaqut Ingin Mengafirmasi dan Menguatkan Deklarasi Persaudaraan Kemanusiaan

Menag Yaqut Ingin Mengafirmasi dan Menguatkan Deklarasi Persaudaraan Kemanusiaan

1,297
0
SHARE
Menag Yaqut Ingin Mengafirmasi dan Menguatkan Deklarasi Persaudaraan Kemanusiaan

Keterangan Gambar : Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas.

 

infokomnews.com - Majelis Umum PBB dengan suara bulat memutuskan bahwa tanggal 4 Februari merupakan Hari Persaudaraan Kemanusiaan Internasional atau International Day of Human Fraternity, dimulai sejak tahun 2021.

PBB meminta semua negara anggota untuk memperingati Hari Persaudaraan Kemanusiaan Internasional dengan tata cara yang dianggap paling tepat oleh masing-masing negara anggota PBB.

Pada tahun 2019, Grand Syaikh Al-Azhar dan Paus Francis, menandatangani dokumen yang disebut sebagai Document on Human Fraternity for World Peace and Living Together, dalam sebuah konferensi internasional di Abu Dhabi.

Meskipun diinisiasi oleh dua perwakilan dari agama Islam dan Katolik, kini kepengurusan Higher Committee for Human Fraternity, diisi oleh perwakilan berbagai agama, termasuk perwakilan Gereja Kristen, rabbi Yahudi, bahkan mantan Sekjen Unesco.

Menag Yaqut menganggap semangat dari Persaudaraan Kemanusiaan yang akhirnya diadopsi oleh PBB ini sejalan dengan semangat toleransi dan persaudaraan yang telah lama dipraktikkan dan menjadi ciri kehidupan antarumat beragama di Indonesia.

Oleh karena itu Menag Yaqut berkeinginan untuk mengundang Grand Syaikh Al-Azhar dan Paus Francis untuk datang ke Indonesia dalam rangka menguatkan dan memperkokoh semangat dan cita-cita mewujudkan persaudaraan kemanusiaan.

Pada tahun 2018, Gerakan Pemuda Ansor, bersama perwakilan berbagai agama dari seluruh dunia, juga telah menandatangani dokumen serupa yang mengajak semua pihak untuk memilih jalan rahmat dan kasih sayang dalam interaksi antar sesama umat manusia.

Dokumen yang disebut sebagai Manifesto Nusantara itu, di antaranya mengajak semua orang dari berbagai macam bangsa dan agama untuk menghentikan penyebaran kebencian komunal, serta mengajak umat manusia untuk saling menghargai serta mengakui kesamaan hak dan martabat setiap manusia.

Ali Mashar